Kerusuhan ini akibat rencana Pengambil alihan "
lahan yang sudah ditinggal ratusan tahun oleh
nenek moyang Masyarakat tamiai" yg telah di garap
selama 100 tahun pula oleh warga turunan
pendatang, setelah produktif ingin diambil alih
dengan paksa seperti mengusir babi di hutan oleh
para oknum diDesa Tamiai terhadap para Petani
yang berasal dari Keturunan berbagai desa di
Kerinci. Mudah-Mudahan Tidak ada serangan Balik. Karena jumlah desa yang dihalau sangat banyak.